Kamis, 07 Maret 2013

Kajian Ilmu : Tourism Area Life Cycle


TOURISM AREA LIFE CYCLE
            Tourism Area Life Cycle adalah siklus hidup suatu pariwisata di daerah tertentu. Bila di artikan secara perkata Tourism memiliki arti Pariwisata, area memiliki arti wilayah, life dan cycle merupakan satu kesatuan kata yang dapat di artikan sebagai lingkaran atau siklus hidup.
            TALC merupakan suatu konsep yang di terapkan atau digunakan dalam pengembangan suatu daerah wisata. Kerangka ini merupakan sebuah alur natural akan tetapi baru di teliti pada awal 1980 oleh Butler. Meskipun pada awalnya sudah ada penelitian tentang hal ini. TALC memberikan dampak besar bagi kehidupan pariwisata, perkembangan industry pariwisata sangat di pengaruhi oleh TALC.

Gambar TALC

            Perkembangan di dunia wisata memaksi di lakukan study-study tentang TALC, kerangka kerja dalam setiap studi memberikan kerangka yang jelas tentang pengelolaan suatu daerah wisata, karena setiap destinasi wisata memilki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga kedinamisan suatu pengelolaan wilayah wisata sangatlah mugkin terjadi.
            Studi tentang TALC juga membantu Negara-negara berkembang yang sedang giat menata kehidupan ekonominya, serperti Indonesia. Perkembangan wisata di Negara-negara berkembang yang memiki potensi wisata menjadi sebuah keharusan, karena pariwisata menjadi salah satu factor penentu majunya ekonomi suatu Negara berkembang.
            Dalam beberapa artikel bahwa TALC memiliki beberapa pemaparan, antara lain :
1.      Sebuah tujuan wisata adalah kota, atau kawasan ekonomi yang tergantung pada tingkat kepentingan peningkatan atau penambahan dari kawasan tersebut.
2.      Sebuah tujuan wisata adalah kelompok dari produk-produk, bukan hanya satu obyek.
3.      Daerah tujuan seperti produk hasil atau pengalaman siklus hidup

Tahap-tahap TALC adalahsebagai berikut :
A.    Exploration atau penjajakan :
1.      Pengenalan produk baru pariwisata
2.      Para pengunjung atau wisatawan mulai berdatangan dalam jumlah sedikit.
B.     Invilolvement atau pelibatan :
1.      Pengelompokan musim-musim wisata mulai bertambah.
2.      Banyak wisatawan mulai bertambah
3.      Pengaruh mulai nyata.
C.     Development atau pengembangan :
1.      Kebijakan public dan investasi dubutuhkan jika daerah tujuan wisata tersebut mendukung keberlangsungan pengembangan.
D.    Consolidation atau penggabungan :
1.      Jumlah pengunjung terus meningkat
2.      Layanan bagi para wisatawan mulai didisediakan baik oleh perusahaan nasional maupun internasional.
3.      Penyelenggaraan local tetap sesuai dengan peratran.
E.     Stagnation :
1.      Kritikan dan keputusan harus mulai dibuat
2.      Jumlah pengunjung mencapai puncak.
3.      Menarik perhatian pengunjung dengan fasilitas-faslitas yang menarik
4.      Dibutuhkan promosi
5.      Penyesuaian antara produk dan pasar.
F.      Decline atau kemunduran :
1.      Jumlah pengunjung turun
2.      Pasar mulai jatuh
3.      Promosi yang lebih untuk memenhi kapasitas
4.      Mundur atau peremajaan lagi.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar